Gabriel Jesus Bertransformasai di Man City: Winger Mahakarya Pep, The Citizens Tatap Kampiun | Liga Inggris

 Gabriel Jesus sukses mencatatkan quattrick dan mengantarkan Manchester City melumat Watford dengan skor 5-1 di pekan ke-33 Liga Inggris pada Sabtu, (23/04/2022).

Bermain sebagai winger, Jesus memiliki intuisi menyerang yang luar biasa. Membuka ruang, menciptakan peluang, sekaligus mencatatkan namanya di papan skor 4 kali.

Bermain tanpa striker murni, Pep Guardiola mempercayakan trio penyerang, Jack Grealish, Raheem Sterling dan Gabriel Jesus.

Nama yang disebutkan terakhir adalah pemain yang paling menjadi sorotan pada laga yang digelar di Etihad Stadium tersebut.

Selain mampu mencetak empat gol yang berbuah kemenangan, ia juga mampu tampil imresif di sisi kanan penyerangan City, dengan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.

Jesus yang notabennya adalah seorang striker, digeser Pep untuk bermain menjadi penyerang sayap. Dan yang mengisi pos di penyerang tengah adalah Sterling.

Gabriel Jesus memang sudah melakoni peran barunya tersebut sejak di awal musim.



Pria asal Brasil itu juga mengaku bahwa menjadi penyerang sayap adalah posisi utamanya sejak dulu, sebelum berkostum City.

“Saya tidak punya preferensi, tetapi sebagian besar hidup saya, saya bermain sebagai pemain sayap atau striker kedua, tidak pernah sebagai striker utama,” kata Jesus dikutip dari laman resmi Man City.

Penampilan Jesus sebagai penyerang sayap memang terbukti lebih memberikan impact untuk The Citzens.ga

Dengan kecepatannya ia mampu menerobos pertahanan lawan dan menciptakan peluang berbahaya.

Umpan silangnya dari sisi sayap juga sangat baik, itu dapat menambah kontribusi assistnya untuk The Citizens.

Musim ini, dari 35 pertandingan yang sudah dijalani Jesus bersama City ia sukses mencetak 11 gol dan 12 assist.

Di pertandingan melawan Watford tadi, peran Jesus sebagai penyerang sayap cukup menonjol.

Ia tahu kapan harus berlari ke ruang kosong atau mendekati pemain yang menguasai bola ketika menyerang.

Penepatan posisinya dari sisi sayap kanan sangat baik, berkali-kali ia mendapatkan peluang dari sisi tersebut.

Kecepatannya pun beberapa kali mampu menerobos sisi kiri pertahanan Watford yang dijaga Hassani Kamara.

Koneksi Jesus dan Joao Cancelo di sisi kanan juga cukup baik.

Kerjasama antar keduanya mampu membuat Kamara dan Emmanuel Denis tak begitu agresif membantu serangan Watford karena fokus menjaga pertahanan.

Cancelo tahu kapan harus menyodorkan terobosan ke belakang Kamara, demikian juga Jesus, ia pintar mengatur momentum untuk berlari meminta bola panjang atau bola pendek.

Jika City menyerang dari sisi kiri, Jesus akan bergerak mencari ruang kosong dari lini kedua.

Ia tidak ikut berduel saat umpan silang disodorkan. Ia justru bersiap-siap mengambil bola muntah.

Penampilan impresif Jesus juga dibantu oleh Kevin de Bruyne yang bermain sebagai gelandang.

Pergerakan tanpa bola De Bruyne mampu menciptakan ruang yang bisa dimanfaatkan Jesus untuk menyodorkan bola, ataupun melakukan dribble.

Umpan-umpan diagonal Rodri dari tengah lapangan turut melayani Jesus.

Melihat efektivitas serangan City dengan skema tersebut, nampaknya Pep guardiola akan lebih sering bermain dengan menaruh Jesus sebagai penyerang kanan.

Dilansir Fbref(xG) Jesus musim lalu, ketika bermain menjadi penyerang tengah adalah 0,38 per pertandingan, angka itu naik musim ini menjadi 2,21 per pertandingan.

Ide Guardiola untuk menggeser Jesus dari penyerang tengah menuju penyerang sayap adalah brilian.

Selain andal mencetak gol, ia adalah pemain yang begitu pintar untuk membuka ruang dan memberikan assist.

Cemerlangnya peran Jesus membuat The Citizens semakin pede untuk meraih trofi Liga Inggris sekalgius Liga Champions musim ini.

Meski tak memiliki striker murni, Manchester City mampu mengalahkan lawan-lawannya dengan skor yang mencolok.

Empat gol Jesus di laga malam tadi menjadi bukti bahwa ia dapat diandalkan untuk membawa City tampil ganas.

Ya, menarik disimak sejauh mana Gabriel Jesus mampu mempertahankan performa menterengnya.

Jelas, torehan 11 gol dan 12 assistnya akan terus bertambah di musim ini.

Kecerdasan Guardiola serta efisiensi perannya membawa berkah untuk Manchester City meski harus ditinggal Sergio Aguero dan gagal meminang Harry Kane dari Tottenham Hotspur.